JAKARTA – Forum Perempuan Diaspora Nusa Tenggara Timur (FPD NTT) mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, terutama tindak penganiayaan keji terhadap Irnakulata Murni, seorang mahasiswi asal Inenggaja, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT.
Direktur Forum Perempuan Diaspora NTT, Sere Aba menegaskan peristiwa yang menimpa almarhumah Irnakulata Murni adalah puncak dari gunung es kekerasan berbasis gender yang masih terus menghantui perempuan-perempuan Indonesia.
“Ini adalah kejahatan keji yang tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun, termasuk cemburu,” ujar Direktur Forum Perempuan Diaspora NTT, Sere Aba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/9).
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Irnakulata Murni. Kami mengutuk keras tindakan penganiayaan berat yang keji dan tidak manusiawi yang telah merenggut nyawanya secara tragis di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat, 12 September 2025,” ujar Direktur Forum Perempuan Diaspora NTT, Sere Aba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/9).
Berdasarkan kronologis dari pihak kepolisian dan informasi dari pihak keluarga, korban ditemukan meninggal dunia dengan tanda-tanda kekerasan yang mengerikan, termasuk luka lebam akibat cekikan di leher dan berbagai luka lain di wajah serta tubuhnya.














