Adapun harga pembelian pada dua hari perdagangan tersebut senilai Rp1.041 dan 1.170 per saham.
Selain itu, pada 7 Januari 2025, Direktur AKRA, Nery Polim juga melakukan pembelian saham perseroan sebanyak 630.000 lembar seharga Rp1.045 per saham.
Dengan adanya investasi dengan kepemilikan langsung ini, maka kepemilikan Nery di perseroan menjadi 1,68 juta saham atau setara dengan 0,008 persen dari total saham AKRA.
Berdasarkan laporan AKRA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), per 31 Desember 2024 jumlah kepemilikan masyarakat (warkat dan non-warkat) sebanyak 6.625.338.400 atau setara dengan 33,01 persen.
Sementara itu, kepemilikan Haryanto Adikoesoemo di AKRA sebanyak 205.604.600 lembar atau setara 1,02 persen.
Hingga pukul 9.30 WIB, saham AKRA terpantau berada di level 1.215 atau terkoreksi 0,41 persen dibandingkan saat penutupan kemarin di posisi 1.220.
Selama tiga bulan terakhir harga saham tercatat melorot 19 persen, sedangkan dalam setahun terakhir sudah anjlok 23,1 persen.















