“Institusi pendidikan sudah seharusnya netral. Kalaupun ada kelompok atau individu yang beraktivitas politik, selagi tidak menunjukkan atribut ITS sedikit pun itu tidak masalah, tetap jaga kondusivitas,” jelasnya.
Tri Yogi menegaskan bahwa ITS menjunjung tinggi hak demokrasi individunya, “Kalau pun ada yang memakai nama dan logo ITS dalam atribut partai politik, itu di luar izin kami dan kami akan mengimbau pihak-pihak tersebut untuk melepasnya bila berhubungan untuk kepentingan politik,” tandasnya lagi.
Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh rektor ITS tersebut, menegaskan agar dosen, karyawan, mahasiswa maupun alumni ITS untuk menjaga kenetralan sikap ITS sebagai institusi
“Diharapkan setiap individu atau kelompok atau pihak tertentu yang melakukan kegiatan perpolitikan dalam Pilpres 2014 ini untuk tidak mengatas-namakan ITS atau menggunakan identitas ITS seperti nama, atribut, logo, lambang dalam segala bentuk kegiatan kampanye atau publikasi di dalam dan di luar kampus ITS serta di media massa,” ungkap Tri Yogi. (Lita)













