SURABAYA-Jawa Timur (Jatim) memperkirakan hingga akhir tahun nilai Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) di sector Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di atas Rp 1.100 triliun dari tahun lalu Rp 1.001 triliun. “Sektor UMKM berkontribusi 54,9% terhadap PDRB Jatim yang sampai Triwulan III 2013,” ujar Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Ardi Prasetiawan, kepada wartawan di Surabaya, Selasa (19/11).
Karena itu, menurut Ardi, dukungan penguatan terhadap sektor UMKM sangat penting dilakukan. Ini juga untuk menjaga target pertumuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 6,5 persen pada tahun 2014 nanti.
Termasuk juga memberikan dana bergulir pada sektor UMKM yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun pada 2014 nanti. Ardi menyebut dana ini sebagai percepatan yang tidak hanya membangun tetapi juga memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah. “Kami sebut percepatan karena dana itu bunga hanya 6% per tahun, sehingga bunga bulanannya di kisaran 1,5%. Kami yakin penyertaan itu bisa memperkuat sektor UMKM. Apalagi secara jumlah terus naik hingga ada sekitar 6,8 juta pelaku UMKM di Jatim, ” ujarnya.
Selain penguatan investasi, target itu bisa dicapai dengan menekan defisit ekspor dan impor. Ini karena pertumbuhan ekonomi daerah juga dipengaruhi tekanan ekonomi dan inflasi. Keduanya banyak dipengaruhi oleh keberadaan pangan dan bahan baku penolong industri.













