Mendag Busan memaparkan, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan dagang yang tersebar di 33 negara yang siap memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk bertemu langsung dengan calon pembeli mancanegara melalui pitching dan business matching.
“Perwakilan dagang kita di luar negeri akan mencarikan calon buyer yang sesuai. Setelah dapat buyer, UMKM dapat melakukan pitching dan business matching dengan calon buyer dengan pendampingan dari perwakilan dagang kami,” paparnya.
Dia juga menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam meningkatkan daya saing pasar rakyat.
Mahasiswa bisa mendukung upaya revitalisasi nonfisik pasar rakyat melalui gerakan Penggerak Muda Pasar Rakyat (PMRP) di bawah binaan Kemendag.
Selain itu, Mendag Busan berharap kontribusi mahasiswa turut merambah toko kelontong dan warung tradisional.
“Pasar rakyat adalah tulang punggung perekonomian daerah. Dengan semangat dan kreativitas generasi muda, kita dapat memperkuat posisi pasar rakyat serta memperluas jangkauan produk lokal ke pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Mendag Busan menambahkan, kehadiran mahasiswa di desa, pasar, dan lingkungan UMKM bukan hanya sebagai tenaga bantuan.
Kehadiran mahasiswa perlu diberi porsi lebih besar sebagai bagian dari upaya transformasi untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan adaptif.















