Dalam kunjungan ke Pasar Marabahan, Wamendag juga meninjau harga bahan pokok yang umumnya cukup stabil, seperti minyak goreng curah Rp 9.000/kg; daging sapi Rp80.000/kg;daging ayam broiler Rp 25.000/kg;telur ayam ras Rp 15.000/kg; dan cabe rawit Rp 148.000/kg.
Sebagian bahan pokok justru mengalami penurunan,seperti beras Rp 5.000/kg;gula pasir Rp 12.000/kg;cabe merah keriting Rp 35.000/kg;bawang merah Rp 25.000/kg; dan bawang putih Rp 14.000/kg. Namun terdapat 1 komoditas yang mengalami kenaikan yaitu tepung terigu sebesar Rp 7.500/kg.
Kota Marabahan yang merupakan ibukota Kabupaten Barito Kuala mempunyai letak strategis, berada di persimpangan Sungai Barito dan Sungai Nagara yang menghubungkan tiga daerah yaitu Hulu Barito Provinsi Kalimantan Tengah, Margasari (Batu Enam) dan Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.
Sejak zaman dahulu, pada titik strategis persimpangan tiga sungai tersebut terjadi interkoneksi perdagangan antar kecamatan, kabupaten dan provinsi, dengan jenis komoditas sesuai dengan perkembangan zaman. Aktivitas interkoneksi perdagangan tersebut merupakan implementasi Konsep Sabuk Koridor Wilayah Niaga. Seiring perkembangan zaman dan pegeseran roda transportasi sungai ke transportasi darat, berdirilah Pasar Baru Marabahan (pasar kering) dan Pasar Wangkang (pasar basah).













