Untuk rute, Wahid menjelaskan, bus ini akan berangkat dari Porong kemudian masuk tol Sidorajo hingga tol waru. Kemudian, dari tol waru, bus masuk ke A Yani menuju terminal Joyoboyo. Setelah itu, dari Joyoboyo masuk ke tol Gunungsari menuju ke Terminal Tambak Oso Wilangun. Begitu juga sebaliknya, ketika bus berangkat dari Tambak Oso Wilangun. “Dengan kehadiran bus ini diharapkan dapat menghidupkan kembali keberadaan Tambak Oso Wilangun,” tuturnya.
Alternatif rute lainnya, bus berangkat dari Porong kemudian masuk tol Sidoarjo hingga tol waru. Kemudian, dari tol waru, bus masuk ke Jl Ahmad Yani menuju terminal Joyoboyo. Setelah itu, dari Joyoboyo menuju ke Perak. “Karena ini program angkutan massal yang diharapkan bisa dinikmati masyarakat. Mudah-mudahan, kehadiran bus ber AC ini bisa mengurangi penggunaan angkutan pribadi (roda dua maupun roda empat) agar beralih ke angkutan massal,” urainya.
Dengan beralihnya ke angkutan massal itu, kata Wahid, tentunya akan dapat mengurangi kejadian kecelakaan di jalan, dalam hal ini pengguna roda dua. Sebab, selama ini kecelakaan di jalan didominasi oleh pengguna roda dua. Oleh karena itu dalam program ini berjalan sukses, perlu dukungan semua pihak, baik dari pemerintah kabupaten/kota yang dilewati oleh rencana pengembangan angkutan massal bus ini. “Angkutan massal yang paling memungkinkan direalisasikan dalam jangka pendek adalah bus,” terangnya.














