Lebih lanjut dia mengatakan, terhadap rencana Walikota Surabaya untuk pengembangan angkutan massal yang berbasis rel, pihaknya menilai program itu merupakan sebuah program yang sangat baik. “Jadi kalau misalnya nanti pada ruas jalan raya Darmo ada angkutan rel maka tentunya angkutan berbasis bus akan dievaluasi kembali,” katanya.
Ketika ditanya mengenai berapa tarif bus priority tersebut, Wahid belum bisa menjawabnya secara pasti. “Belum, rencana angkutan bus ini akan dikelola oleh Damri sehingga yang menentukan adalah pihak Damri. Untuk shelternya, akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota setempat,” pungkasnya.














