Artinya Pemkot Surabaya telah mengurangi penerima Jamkesmas sebanyak 135 ribu orang.
Padahal, kenyataan dilapangan, pihaknya menemukan jika pengurangan penerima Jamkesmas mencapai 175 ribu orang.
“Menurut laporannya, mereka mengurangi 135 ribu orang, tapi ketika kita kelapangan ternyata pengurangan tersenut mencapai 175 ribu orang,” papar dia.
Baktiono juga mengatakan, jika data-data penerima kartu Jamkesmas amburadul dan usang.
Hal ini, karena pihaknya menemukan dalam pendistribusian kartu Jamkesmas ternyata tidak tepat sasaran.
Misalnya, ada yang ekonominya cukup mampu, tapi menerima Jamkesmas, ironisnya, ada warga yang benar-benar kurang mampu, tapi tidak mendapat Jamkesmas.
“Pendistribusian Kartu Jamkesmas tidak tepat sasaran. Ya, karena data-data mereka, data-data using alias data ngawur,” ujar dia.












