Sementara itu, Chairman Microinsurance Network, Craig Churchill mengungkapkan, hingga 2012 sektor asuransi mikro di Asia dan ASEAN sudah menggarap 172 juta jiwa pemegang polis atau menggambarkan laju pertumbuhan sebesar 40%. Namun, sektor asuransi mikro di kedua kawasan tersebut masih sebesar 5% dari jumlah penduduk. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi pada akhirnya akan memicu peningkatan jumlah kelas menengah. Dengan demikian, kebutuhan untuk memproteksi diri melalui asuransi pun akan meningkat,” kata dia.
Menurutnya, dalam mendukung laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia, pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diharapkan mengembangkan industri asuransi mikro. “Kami fokus membantu industri asuransi agar bisa membantu potensi ekonomi dan diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena ini merupakan bagian dari proses pembangunan ekonomi,” pungkas dia.













