Karena itu, dia memperkirakan, tekanan terhadap rupiah masih belum berhenti. Namun demikian kata dia, pelaku pasar, masih menunggu rilis data tenaga kerja AS yang diumumkan Rabu malam (3/7) atau Kamis pagi ini (4/7). “Saya berharap agar datanya jelek. Kalau jelek berarti, apa yang menjadi target The Fed belum tercapai. Kalau belum tercapai maka besar kemungkinan program stimulusnya tidak akan berkurang.Artinya, program stimulus masih diperlukan untuk memperbaiki data tenaga kerja,” kata dia.
Lebih lanjut, Reza mengatakan, Bank Indonesia (BI) masih tetap berada dipasar uang menjaga rupiah agar tidak jatuh terlalu dalam. “Intervensi BI sedikit menopang rupiah,” pungkas dia.














