Ketiga,minimnya peran daerah, padahal daya beli paling nyata berputar di pasar-pasar lokal.
Jika ketiga celah ini ditutup, maka strategi pompa daya beli tidak hanya menjadi kebijakan reaktif, tetapi rancang bangun ekonomi nasional yang berpihak pada rakyat.
Penutup
Daya beli bukan sekadar istilah ekonomi. Ia adalah cermin nyata kemampuan rakyat untuk hidup bermartabat.
Memompa daya beli berarti menghidupkan kembali harapan rakyat kecil, seperti pedagang pasar, nelayan, petani, buruh pabrik, dan pekerja informal yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.
Pompa daya beli adalah strategi pertahanan ekonomi rakyat, bukan sekadar kebijakan fiskal.
Ia memberi nafas pada sektor riil, menjaga stabilitas sosial, dan menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya tidak terletak pada cadangan devisa atau investasi asing, tetapi pada dompet rakyat yang berputar di pasar lokal.
Selama pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara stimulus, inflasi, dan produktivitas, maka strategi ini akan menjadi pondasi menuju kemandirian ekonomi yang sejati, yaitu ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan rakyat.














