Belum lagi ditambah kekhawatiran pasar atas melemahnya perekonomian global akibat eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ketidakpastian Brexit yang dapat membebani perekonomian Eropa.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1. Melemahnya perekonomian China yang diindikasikan dengan lemahnya pertumbuhan penjualan ritel dan lemahnya pertumbuhan output industri.
2. Lemahnya permintaan minyak mentah jenis direct burning dari Jepang akibat penggunaan bahan bakar pengganti dan kondisi cuaca yang lebih hangat dibandingkan tahun sebelumnya.
Faktor-faktor diatas mengakibatkan ICP pada bulan Desember 2018 mencapai USD 54,81 per barel, turun sebesar USD 8,17 per barel dari USD 62,98 per barel pada bulan November 2018.
Sementara rata-rata ICP SLC pada bulan Desember 2018 mencapai USD 55,63 per barel, turun sebesar USD 8,30 per barel dari USD 63,93 per barel pada bulan sebelumnya.
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Desember 2018 dibandingkan November 2018 sebagai berikut :
– Dated Brent turun sebesar USD 7,35 per barel dari USD 64,74 per barel menjadi USD 57,39 per barel. – WTI (Nymex) turun sebesar USD 7,71 per barel dari USD 56,69 per barel menjadi USD 48,98 per barel. – Basket OPEC turun sebesar USD 6,88 per barel dari USD 65,33 per barel menjadi USD 58,45 per barel. – Brent (ICE) turun sebesar USD 8,28 per barel dari USD 65,95 per barel menjadi USD 57,67 per barel.













