Memang jelas Said, Dinas Pariwisata tidak peduli dengan budaya lokal ini.
“Karena itu, saya bertekad, ini akan menjadi bagian dari program pemerintah propinsi. Supaya masyarakat Jawa Timur tahu bahwa kami punya tradisi Sapi Sonok. Kalau sapi sonok ini mendapat perhatian internasional, otomatis devisa akan datang dengan sendirinya,” pungkas dia.














