Selain itu, lanjut David, dengan perusahaan patungan SYI ini akan ada transfer pengetahuan dari Yi Song Paper terhadap Perseroan yang mana dalam hal ini pastinya akan menjadi Kekayaan Intelektual Perseroan. “Ini membuka peluang di masa depan untuk Perseroan mengembangkan usaha dengan produk baru yang lebih variatif dan inovatif di bidang kemasan ramah lingkungan,” kata David.
David menegaskan, pendirian perusahaan patungan SYI ini tidak memiliki dampak material atas operasional, hukum, dan keuangan SMKL. “Kelangsungan usaha Perseroan pun tetap terjaga dan terjamin dengan baik,” ungkapnya.
Sekedar informasi, SMKL membukukan laba bersih sebesar Rp24,35 miliar pada triwulan III/2024, melonjak 174,28% jika dibandingkan Rp8,88 miliar pada triwulan III/2023. Penjualan bersih emiten produsen kemasan karton beraset Rp1,9 triliun per September 2024 itu mencapai Rp1,30 triliun pada triwulan III/2024, turun 1,5% dari Rp1,32 triliun pada triwulan III/2023.
PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) mulai beroperasi pada tahun 2005 sebagai produksi kemasan. Perseroan saat ini memiliki pabrik di atas lahan seluas 200.000 m2, dengan kapasitas produksi tahunan 120.000 ton kardus gelombang, 60.000 ton offset, 30 juta kardus kaku, dan 40.000 ton kardus pra-cetak.
Fasilitas manufakturnya berada di Tigaraksa, Tangerang, sementara gudangnya berada di Cikarang, Bekasi, dan Gresik, Jawa Timur. Perseroan menargetkan memiliki pabrik baru di wilayah Jawa Tengah pada akhir tahun 2021.














