Sebelumnya, survei yang dilakukan bekerja sama dengan PS2PM Yogyakarta ini mewawancarai 810 responden.
Survei dilakukan di kota-kota yang dianggap memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu boikot di tanah air, seperti Yogyakarta, Lombok, Pekanbaru, Aceh dan Bandung.















