JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah giat mendorong perkembangan industri otomotif agar dapat meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya, yakni melalui ekspor kendaraan produksi Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), baik dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU), maupun dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD). “Industri otomotif merupakan salah satu industri yang prospektif untuk terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan daya saing produk dan pada gilirannya akan meningkatkan kontribusi pada nilai ekspor dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, pada peresmian ekspor CKD Toyota di Jakarta, Jumat (20/6).
Pada 2013, total ekspor produk otomotif Indonesia mencapai nilai USD 4,43 miliar. Total nilai ekspor produk otomotif Indonesia pada periode 2009-2013 mengalami tren positif sebesar
28,35%. Adapun lima besar negara tujuan ekspor otomotif Indonesia pada 2013 adalah Thailand, Arab Saudi, Filipina, Jepang, dan Malaysia. Sedangkan, nilai ekspor produk otomotif Indonesia periode Januari-Maret pada 2014 mencapai USD 1,25 miliar atau meningkat sebesar 13,09% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai USD 1,11 miliar.













