“Pemberdayaan UKM penting agar pertumbuhan ekonominya baik dan tambah kuat,” ujarnya.
Sementara itu, senator asal Riua, Edwin berharap pada periode yang kedua ini (2019 – 2024) Jokowi meningkatkan lagi pembangunan perbatasan, karena perbatasan itu ibarat ruang tamu Indonesia. Selain itu perlu dibekali ilmu pertanian dan perkebunan, agar mereka bisa bertani dan berkebun.
“Payung hukum Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga perlu ditingkatkan sebagai badan yang bertugas khusus di daerah perbatasan. Pembangunan telekonomikasi radio dan televisi agar masyarakat memiliki nasionalisme yang tinggi. Mengapa? Selama ini mereka banyak menonton dan mendengar dari Malaysia, Singapura dan lain-lain,” tambahnya.
Menurut Mihajar, pemerintah sangat serius membangun perbatasan. Sebab, dari luas 2000 km daerah perbatasan di Kalimantan, KemenPUPR sudah membangun jalan sepanjang 1.700 Km. Baik yang sudah dibangun, sedang dibangun maupun yang sedang dibuka.
“Tinggal 300 km. Semoga tahun 2020 seluruh infrastruktur di perbatasan sudah selesai,” katanya bangga.
Sepanjang 2.000 Km itu meliputi Entikong, Sambas, Badau, Bengkayang, Sanggau Ledo, Kapuas (Kalimantan Barat), dan Payau, Babakan, Berau (Kalimantan Timur), dan ke Timur ada Guinea Baru, perbatasan Papua dengan Papua Neugini, Australia, dan lain-lain.














