Lebih lanjut Budi mengungkapkan, dengan dibukanya kembali wilayah perbatasan dan terjadinya lagi pergerakan manusia, maka industr ipariwisata akan secara perlahan kembali pulih.
“PANR mencatat beberapa indikasi positif untuk menuju pemulihan pariwisata,” kata Budi.
Indikasi awal, jelas dia, adanya permintaan paket wisata inbound yang kembali bertumbuh.
Kedua, adanya pertumbuhan jumlah wisatawan domestik yang berwisata di dalam negeri.
“Akibat tidak dapat masuknya wisman ke Indonesia dan banyak negara masih menutup perbatasan, wisata domestik menjadi pilihan untuk masyarakat Indonesia untuk berlibur”.
Indikasi ketiga, rencana pemerintah yang akan menyiapkan format kartu vaksin yang bisa berlaku secara nasional maupun global.
“Harapan dibukanya perbatasan negara-negara melalui vaksinasi yang sudah berjalan, tentunya hal ini harus dibarengi dengan validasi setiap orang yang telah divaksin. Sehingga, orang tersebut dapat melakukan perjalanan lintas wilayah atau negara secara lebih aman,” ujar Budi.