Namun patut diingat, surat utang BWPT ini memiliki peringkat idA- (Single A Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Manajemen Eagle High Plantations menyampaikan, sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar maksimal Rp23 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Pada aksi korporasi ini BWPT menunjuk PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) dan PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.
Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II-2025 akan dilakukan pada 18-21 Februari 2025, penjatahan pada 24 Februari 2025, pendistribusian obligasi secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 26 Februari 2025 dan pencatatan surat utang di Bursa Efek Indonesia (BEI) diagendakan pada 27 Februari 2025.
Rencananya, dana yang diperoleh dari penawaran obligasi —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan oleh BWPT untuk pendanaan modal kerja, berupa pembelian tandan buah segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO) dan pupuk.