JAKARTA – Sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah sangat prihatin sekaligus kecewa dengan sepak terjang Muhammad Sohibul Iman selaku Presiden PKS dalam menjalankan roda organisasi. Bukannya menggalang persatuan di musim perang (menghadapi pilkada serentak dan Pemilu 2019 mendatang), justru menciptakan perpecahan dari dalam tubuh partai.
“Pimpinan seharusnya menggalang persatuan, bukan perpecahan, melakukan persekusi dan intimidasi. Aneh sekali. Mau ke mana kita?” tanya Fahri dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Sabtu (24/6/2018).
Fahri yang juga Wakil Ketua DPR RI itu melontarkan pernyataan ini, karena dirinya baru mendengar adanya rencana pemecatan beberapa kader senior di PKS, tanpa sebab yang jelas. Padahal, seharusnya semua diselesaikan dengan dialog, bukan perintah diam dan taat.
”Entah apa sebabnya. Tapi dugaan saya sama, ini soal perbedaan pendapat tentang situasi,” kata Fahri seraya menegaskan bahwa partai institusi politik, bukan tarekat.
Padahal, Ia mengira kemarin Ramadhan 1439 H akan menjadi akhir konflik dalam tubuh PKS. Tapi ternyata, semua menjadi nampak rumit, bahkan tidak nampak ada gejala islah dan rekonsiliasi.